Saat ini seluruh Negara di berbagai belahan dunia sedang berjuang menghadapi fenomena pandemi Covid-19 atau yang dikenal juga dengan sebutan virus corona. Pandemi Covid-19 ini merupakan epidemik yang menyebar ke beberapa Negara di seluruh dunia dan menjangkiti banyak orang. Pada tanggal 11 Maret 2020, WHO resmi menetapkan Covid-19 sebagai sebuah pandemi. Berdasarkan data Worldometers, jumlah kasus dari virus Covid-19 ini per tanggal 23 Juni 2021 di dunia sudah mencapai angka 180,023,820 pasien yang dinyatakan positif Covid-19, sedangkan angka kematian pasien positif Covid-19 secara global telah menyentuh angka 3,900,221 jiwa dan pasien positif Covid-19 yang berhasil sembuh sebanyak 164,779,931 orang. Sedangkan di Indonesia sendiri angka pasien positif Covid-19 telah menembus angka 2,033,421 pasien dengan total kematian pasien positif Covid-19 sebanyak 55,594 jiwa dan sembuh sebanyak 1,817,303 orang. Adanya fenomena pandemi Covid-19 ini telah memberikan dampak yang besar pada seluruh tatanan kehidupan manusia mulai dari kehidupan sosial, ekonomi, hingga budaya. Seperti di Indonesia, melalui kajian terhadap ketahanan keluarga saat pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh Guru Besar Fakulas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Euis Sunarti pada Maret 2020 lalu, didapatkan data bahwa ternyata pandemi Covid-19 memberikan dampak pada gangguan ketahanan pangan, tekanan ekonomi, dan stres serta menurunkan kesejahterahan keluarga. Hanya 38,7% responden yang memiliki tabungan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sampai 6 bulan, bahkan 53% responden mengakui hanya memiliki tabungan kurang dari 2 bulan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Hal ini yang kemudian disebut dengan sters keluarga.